Hidup itu seperti jeruk
Hidup itu seperti jeruk -manis-
Hidup itu seperti jeruk-pahit-
Hidup itu seperti jeruk-hambar-
Hidup itu seperti jeruk-masam-
Ya hidup itu seperti jeruk. Ada yang manis, ada yang pahit, ada yang hambar, ada pula yang masam. Dalam hidup, kita tak akan selama mendapatkan hal-hal yang manis saja. Dalam hidup, kita juga akan mendapatkan rasa yang pahit, hamabar dan masam. Tinggal bagaimana kita akan menyikapinya.
Jeruk yang manis akan dibeli oleh banyak orang, namun jeruk yang pahit, hambar, dan masam akan dibiarkan saja hingga ia membusuk.
Kita sebagai manusia juga seperti itu, teman atau siapapun itu yang bersikap manis pada kita, kita akan selalu mendekatinya, dan memelihara itu tanpa tau hal dibelakanngya, namun kepada mereka yang mungkin membuat hidup kita terasa pahit, kita akan dengan senang hati membuangnya, begitupula kepada mereka yang telah membuat hidup kita terasa masam ataupun hambar kita juga akan membuangnya jauh-jauh tanpa mengetahui kenapa mereka melakukan itu, dan tanpa mengetahui akibatnya untuk kita.
Jeruk akan membawa efek kepada semua entah itu baik atau buruk.
Seperti hidup ini, hidup kita juga akan memberi efek kepada mereka, walaupun kita tidak menyadarinya, begitupula mereka yang telah memberikan kita rasa pahit, masam atau hambar secara tidak langsung telah menjadi motivator yang handal untuk kita dikehidupan ini.
“Hidup adalah sebab akibat”
Jeruk yang airya banyak akan lebih dipilih dibandingkan jeruk yang airnya sedikit.
Perusahaan saat memilih karyawan, mereka akan memilih karyawan yang berisi daripada mereka yang tidak ada isinya. Wanita akan melihat laki-laki yang berisi dalam semua bidang termasuk isi dompetnya,daripada laki-laki yang tak berisi, dan begitupula dengan laki-laki. Seorang ibu akan memilih sekolahan yang berisi untuk memasukkan anaknya daripada sekolah yang tidak berisi.
Jeruk kecil yang berisi akan dipilih daripada jeruk besar.
Orang yang sedikit bicaranya namun dia cekatan dalam bekerja akan lebih dipilih oleh mereka yang mencari daripada orang yang banyak bicara dan tak pernah membuktikan ucapannya.
Perbedaan dalam satu pohon.
Dalam satu pohon jeruk antara yang satu dengan yang lain belum tentu sama. Ada yang manis, ada yang pahit, ada yang masam, dan ada yang hambar.
Kita dengan saudara kita pun seperti itu, walaupun kembar kita pasti akan berbeda. Dengan kakak ataupun adik kita, kita akan berbeda. Entah itu sedikit atau banyak pasti akan berbeda.
Semuanya bermanfaat.
Jeruk mulai dari isi hingga kulitnya bermafaat.
Kulit. Bermanfaat sebagai bahan dasar mobil mainan bagi anak-anak yang tak mampu membeli mobil-mobilan dari negeri tirai bambu. Sebagai pengusir nyamuk. Melindungi sang isi dari musuhnya.
Isi. Bagian yang ditunggu dan yang paling diminati. Isi begitu banyak manfaatnya. Namun kalau berlebihan juga akan membahayakan.
Biji. Cikal bakal jeruk-jeruk setelahnya.
Kita sebagai manusia semestinya bisa seperti kulit jeruk yang bisa melindungi sesama,w alaupun pada akhirnya kita akan dibuang, namun sebelum dibuang itu kita hendaknya berbuat yang bermanfaat untuk sekitar kita.
Kita sebagai manusia semestinya bisa seperti isi, memberikan manfaat pada orang lain. Jangan pernah mengambil sesuatu it dengan berlebihan karna itu akan membahayakan diri kita sendiri dan orang lain.
Kita sebagai manusia semestinya bisa seperti isi, sebagai cikal bakal hendaklah kita berbuat yang baik-baik, dan menjadi contoh untuk yang lainnya.
“buah tak akan jauh dari pohonnya”
Semoga bermanfaat :D
~NR~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar