Jumat, 30 Maret 2012

Pak, Bapak, Be, dan Kung


Pak, bapak, be, dan kung
Setelah ku tulis tentang ibu, sekarang kutulis tentangmu. Aku tak pernah memanggilmu dengan sebutan papa, ayah,atau abi aku sering memanggilmu dengan sebutan pak, bapak, be, dan kung. Entahlah aku tak tau kenapa aku plin plan tuk memanggilmu. Itu adalah reflek, kenapa aku memanggilmu kung karena engkau adalah kakung dari cucu-cucumu, dan aku sangat senang ketika aku memanggilmu kung.
Ingatkah engkau ketika dulu waktu aku masih kecil dan kau mengajakku pergi ketoko baju?  kau membelikan seragam kepadaku, dan sang penjaga toko bertanya “wayah e nggih pak” dan kau selalu menjawab “mboten, insyaAllah niki ragil e”.
Engkaulah yang pertama mengenalkankku pada jilbab, engkaulah yang mengajarkanku tuk memakai jilbab. Dulu kau membelikanku baju seragam berlengan panjang, dan akupun tidak setuju karena teman-temanku tak ada yang memakai baju lengan panjang, namun kau meyakinkanku. Dari kelas satu hingga kelas 3 aku memakai baju lengan panjang tanpa jilbab, namun setelah itu aku berfikir, “masa’ iya baju lengan panjang tidak pakai jilbab”, akhirnya kupakailah jilbab itu.
Terimakasih kung J.
Aku ingin kembali ke masa dimana engkau masih kuat jalan-jalan dengan anak-anaknya, walaupun skarang kau masih kuat namun aku kasihan denganmu, yang harus menjadi sopir.
Kung terimakasih untuk segalanya, tanpamu aku tak tau apakah aku akan ada didunia ini atau tidak,walaupun penciptanya adalah sang Illahi namun kaulah perantaranya.
Kung terimakasih kau telah jadi perisai bagi keluarga
Terimakasih kau telah jadi sumber kehidupan kita
Terimakasih kau telah jadi pemimpin di rumah kita
Teimakasih kau telah menjadi guru dirumah kita
Terimakasih akan petuah-petuahmu,
Terimakasih kau telah tersenyum ketika menjemput anakmu ini ketika pulang kerumah,
Terimakasih selalu ingin memberi yang terbaik kepada keluarga,
Terimakasih engkau masih bernafas hingga kini,
Terimakasih telah jadi waliku kelak,
Terimakasih telah mengucapkan namaku disetiap tutur doamu,
Terimakasih selalu mengingatku,
Terimakasih kau selalu rajin mengingatkanku untuk sholat dan ngaji,
Terimakasih kau telah mencarikan kos-kosan yang dekat dengan masjid,
Kung maafkan anakmu ini yang tak pernah mau menurut kepadamu,
Maafkan ketika anakmu ini hanya bisa merepotkanmu,
Maafkan ketikaanakmu ini  tak pernah mau memberikan apa yang kau mau,
Maafkan ketika anakmu ini menjawab akan apa yang kau berikan,
Maafkan anakmu ini ketika anakmu ini lebih melilih ibu daripadamu,
Kung semoga kau selalu diberi keselamatn oleh Allah,
Semoga kau diberi umur yang bermanfaat,
Semoga kau diberi kesabaran dalam membimbing istri, anak, dan cucumu,
Ketika dikamar kos sendirian dan aku merasa takut. Aku ingin sekali bilang kung aku sendirian, aku takut, aku kangen kakung, namun itu tak pernah kulakukan karena aku terlalu gengsi untuk mengakuinya.
Maaf kung tak pernah cerita apapun padamu, hanya cerita dengan ibu saja.
Maaf kung tak pernah menunjukkan rasa sayangku,
Maaf aku hanya bisa menulis diblog ini,
Semoga  doa-doamu yang selalu kau panjatkan tiap hari dan sepertiga malam semuanya tekabul,
Love you kung


Sita J


 Nb: maafkan anakmu ini yang masih tidak mau membawa kendaaran sendiri, dan merepotkanmu mengantar kemanapun,mungkin kau sangat bosan ketika kau menyuruhku membawa kendaraan sendiri, maaf.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar