Pak, bapak, be, dan kung
Setelah ku tulis
tentang ibu, sekarang kutulis tentangmu. Aku tak pernah memanggilmu dengan
sebutan papa, ayah,atau abi aku sering memanggilmu dengan sebutan pak, bapak,
be, dan kung. Entahlah aku tak tau kenapa aku plin plan tuk memanggilmu. Itu
adalah reflek, kenapa aku memanggilmu kung karena engkau adalah kakung dari
cucu-cucumu, dan aku sangat senang ketika aku memanggilmu kung.
Ingatkah engkau ketika
dulu waktu aku masih kecil dan kau mengajakku pergi ketoko baju? kau membelikan seragam kepadaku, dan sang penjaga
toko bertanya “wayah e nggih pak” dan
kau selalu menjawab “mboten, insyaAllah
niki ragil e”.
Engkaulah yang pertama
mengenalkankku pada jilbab, engkaulah yang mengajarkanku tuk memakai jilbab.
Dulu kau membelikanku baju seragam berlengan panjang, dan akupun tidak setuju
karena teman-temanku tak ada yang memakai baju lengan panjang, namun kau
meyakinkanku. Dari kelas satu hingga kelas 3 aku memakai baju lengan panjang
tanpa jilbab, namun setelah itu aku berfikir, “masa’ iya baju lengan panjang tidak pakai jilbab”, akhirnya
kupakailah jilbab itu.
Terimakasih kung J.
Aku ingin kembali ke
masa dimana engkau masih kuat jalan-jalan dengan anak-anaknya, walaupun skarang
kau masih kuat namun aku kasihan denganmu, yang harus menjadi sopir.
Kung terimakasih untuk
segalanya, tanpamu aku tak tau apakah aku akan ada didunia ini atau tidak,walaupun
penciptanya adalah sang Illahi namun kaulah perantaranya.
Kung terimakasih kau telah jadi perisai
bagi keluarga
Terimakasih kau telah jadi sumber
kehidupan kita
Terimakasih kau telah jadi pemimpin di
rumah kita
Teimakasih kau telah menjadi guru
dirumah kita
Terimakasih akan petuah-petuahmu,
Terimakasih kau telah tersenyum ketika
menjemput anakmu ini ketika pulang kerumah,
Terimakasih selalu ingin memberi yang
terbaik kepada keluarga,
Terimakasih engkau masih bernafas hingga
kini,
Terimakasih telah jadi waliku kelak,
Terimakasih telah mengucapkan namaku
disetiap tutur doamu,
Terimakasih selalu mengingatku,
Terimakasih kau selalu rajin mengingatkanku
untuk sholat dan ngaji,
Terimakasih kau telah mencarikan
kos-kosan yang dekat dengan masjid,
Kung maafkan anakmu ini yang tak pernah
mau menurut kepadamu,
Maafkan ketika anakmu ini hanya bisa
merepotkanmu,
Maafkan ketikaanakmu ini tak pernah mau memberikan apa yang kau mau,
Maafkan ketika anakmu ini menjawab akan
apa yang kau berikan,
Maafkan anakmu ini ketika anakmu ini
lebih melilih ibu daripadamu,
Kung semoga kau selalu diberi keselamatn
oleh Allah,
Semoga kau diberi umur yang bermanfaat,
Semoga kau diberi kesabaran dalam
membimbing istri, anak, dan cucumu,
Ketika dikamar kos
sendirian dan aku merasa takut. Aku ingin sekali bilang kung aku sendirian, aku
takut, aku kangen kakung, namun itu tak pernah kulakukan karena aku terlalu
gengsi untuk mengakuinya.
Maaf kung tak pernah cerita apapun
padamu, hanya cerita dengan ibu saja.
Maaf kung tak pernah menunjukkan rasa
sayangku,
Maaf aku hanya bisa menulis diblog ini,
Semoga
doa-doamu yang selalu kau panjatkan tiap hari dan sepertiga malam
semuanya tekabul,
Love
you kung
Sita
J
Nb:
maafkan anakmu ini yang masih tidak mau membawa kendaaran sendiri, dan
merepotkanmu mengantar kemanapun,mungkin kau sangat bosan ketika kau menyuruhku
membawa kendaraan sendiri, maaf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar