Jumat, 13 Juli 2012

Pondok Pesantren Al Khudhori


Setahun sudah ku berada disini. Ku temukan banyak teman dari penjuru pulau ini.
Ponpes Al Khudhori
Didirikan dari zaman tak enak hingga zaman serba tong ijo, titik-titik tujuh, dan apel krowak. Didirikan dengan visi mengayomi anak-anak terlantar yang terbuang dari rumahnya yang sedang menuntut ilmu dunia akhirat.
Didirikan oleh sepasang insan manusia yang sekarang sudah renta dan berumur bernama bapak Udori dan ibu Udori.
Di dirikan karena beliau berdua ditinggal anak-anaknya merantau mencari sebutir beras untuk hidup.
Beralamatkan disebuah komplek perumahan blok A4 di sebuah kota yang sangat panasssssss, di utara pulau jawa.
Terdiri dari dua lantai, 4 kamar atas, 3 kamar bawah, 5 kamar mandi dan masih banyak lagi. Hanya berisikan 23 manusia yang akupun tak begitu mengenalnya. Karena aku berada dilantai atas.
Berisikan manusia manusia aneh, tidak jelas, dan susah diprediksi. Berisikan manusia dari kota Tegal yang ngapknya gak ketulungan, dari kota Pekalongan yang sukanya dagang baju, rok batik, dari kota Batang yang sarapnya gak ketulungan, selalu dikibuli saat main poker, dan penjual jilbab yang amat sangat ulung, dari Jepara yang gag pernah pulang, dari Cepu yang temannya orang-orang suku samin, dan sering ngajak bangkrut, dan tingkat kenarsisan yang tidak ada obatnya lagi, dari kota Kudus yang tingkat kebersihannya diatas rata-rata, dan paling senang dengan dunia biologi,and green holic, dari Demak yang kerjaan kalau pulang kampung oleh-olehnya jambu entah jambu air, entah jambu biji baik merah atau jambu biji biasa. Dan terakhir dari Magelang yang kerjaannya tidur, dan internetan. Dan masih banyak penghuni lain yang namapk ataupun yang tidak nampak.
Pondok kecil yang terkenal dengan kehororannya but i’m fine stay here. Selama aku tak melihat, tak mendengar, tak merasakan, dan tak mengganggu mereka dan mereka tak menganggu juga semuanya akan baik-baik saja. Karena dalam pondok ini selalu di ajarkan untuk selalu mendekatkan diri pada sang pencipta.
Pondok kecil yang akan melindungi anak-anak terlantar dari terik matahari, dinginnya angin malam, kejahatan yang tak terduga, dan kenyamanan dalam belajar.
Terimakasih kepada bapak Udori beserta istri yang telah mendirikan pondok kecil nan nyaman ini.
Sedikit membocorkan saja, bu udori maafkanlah anak-anak terlantar ini, maklumilah kami yang anak rantauan jauh dari orang tua,dan amat sangat membutuhkan tempat tinggal. Disini kami tidak keberatan jika harga kamar mahal, tapi kami amat sangat tidak terima jika mesin kecil hitam tak berdaya bernama laptop dan mesin putih kecil bernama magickom harus dikenakan pajak, oleh sebab itu kami anak atas diam-diam menggunakan duamesin tak berdaya itu.
Terimakasih banyak karena anda tidak pernah protes .


~NR~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar