Setahun sudah ku berada disini. Ku
temukan banyak teman dari penjuru pulau ini.
Ponpes Al Khudhori
Didirikan dari zaman tak enak hingga
zaman serba tong ijo, titik-titik tujuh, dan apel krowak. Didirikan dengan visi mengayomi anak-anak terlantar yang
terbuang dari rumahnya yang sedang menuntut ilmu dunia akhirat.
Didirikan oleh sepasang insan manusia
yang sekarang sudah renta dan berumur bernama bapak Udori dan ibu Udori.
Di dirikan karena beliau berdua
ditinggal anak-anaknya merantau mencari sebutir beras untuk hidup.
Beralamatkan disebuah komplek perumahan
blok A4 di sebuah kota yang sangat panasssssss, di utara pulau jawa.
Terdiri dari dua lantai, 4 kamar atas, 3
kamar bawah, 5 kamar mandi dan masih banyak lagi. Hanya berisikan 23 manusia
yang akupun tak begitu mengenalnya. Karena aku berada dilantai atas.
Berisikan manusia manusia aneh, tidak
jelas, dan susah diprediksi. Berisikan manusia dari kota Tegal yang ngapknya
gak ketulungan, dari kota Pekalongan yang sukanya dagang baju, rok batik, dari
kota Batang yang sarapnya gak ketulungan, selalu dikibuli saat main poker, dan
penjual jilbab yang amat sangat ulung, dari Jepara yang gag pernah pulang, dari
Cepu yang temannya orang-orang suku samin, dan sering ngajak bangkrut, dan
tingkat kenarsisan yang tidak ada obatnya lagi, dari kota Kudus yang tingkat
kebersihannya diatas rata-rata, dan paling senang dengan dunia biologi,and
green holic, dari Demak yang kerjaan kalau pulang kampung oleh-olehnya jambu
entah jambu air, entah jambu biji baik merah atau jambu biji biasa. Dan
terakhir dari Magelang yang kerjaannya tidur, dan internetan. Dan masih banyak
penghuni lain yang namapk ataupun yang tidak nampak.
Pondok kecil yang terkenal dengan kehororannya
but i’m fine stay here. Selama aku tak melihat, tak mendengar, tak merasakan,
dan tak mengganggu mereka dan mereka tak menganggu juga semuanya akan baik-baik
saja. Karena dalam pondok ini selalu di ajarkan untuk selalu mendekatkan diri
pada sang pencipta.
Pondok kecil yang akan melindungi
anak-anak terlantar dari terik matahari, dinginnya angin malam, kejahatan yang
tak terduga, dan kenyamanan dalam belajar.
Terimakasih kepada bapak Udori beserta
istri yang telah mendirikan pondok kecil nan nyaman ini.
Sedikit membocorkan saja, bu udori
maafkanlah anak-anak terlantar ini, maklumilah kami yang anak rantauan jauh
dari orang tua,dan amat sangat membutuhkan tempat tinggal. Disini kami tidak
keberatan jika harga kamar mahal, tapi kami amat sangat tidak terima jika mesin
kecil hitam tak berdaya bernama laptop dan mesin putih kecil bernama magickom
harus dikenakan pajak, oleh sebab itu kami anak atas diam-diam menggunakan
duamesin tak berdaya itu.
Terimakasih banyak karena anda tidak
pernah protes .
~NR~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar