Sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal selama aku menuntut
ilmu.
Banyak orang yang kagum akan rumah ini. Teman bilang: “ta
kosmu kok mewah, tak seperti kosku yang mau roboh”, ibunya mb kos: “pantes kowe
betah neng kene, apik kok”, temen: “ta kosmu kok resik!”dan masih banyak lagi.
Tapi tahu kah kalian?ada hal yang aneh bin ajaib yang sering
terjadi.
Rumah bukan , kos juga bukan, kami menyebutnya ‘pondok’. Pondok
yang berdiri di dataran tinggi, karena apa?untuk mencapainya kita harus
menempuh jalan yang menanjak dan melelahkan, ok bagi mereka yang bawa motor, na
saya jalan kaki lovers sungguh amat sangat sengsara. kalau anda lapar dan tak
mau bergerak jangan harap anda kenyang, itulah slogan saya agar saya tak malas
untuk cari makan.
Hujan lebat mengguyur kota kami tadi malam. Petir menyambar
tak tentu arah. Kami para ‘santri’ berdiam diri dikamar mengerjakan
tugas,mengaji, bermain laptop dan masih banyak lagi. Disebabkan saya di lantai
dua saya tidak tahu apa yang sedang
terjadi dilantai satu, saya hanya mendengar ribut-ribut dan saya acuh karena
mungkin mereka sedang bermain. Dan tiba-tiba saat sedang asyik-asyiknya nonton
teman sekamar datang dan bilang “bawah banjir, awas laptop, kipas singkirkan
ntar takut-takut pak tukang langsung naik”, saya yang glagepan langsung matiin
laptop, nyingkirin kipas.
Keluar kamar dan tada melihat anak-anak bawah kerja bakti
ngusir air. Mendengar oceahan ibu pondok yang menyalahkan anak atas, yang
katanya membuang sampah di genting. Dan yang paling parah adalah ibu kos menuduh
kamarku biang kerok dari kekacaun itu, karana apa?
oke disampaing kamarku
ada pipa saluran air dari genting kebawah. Dan ini adalah kejadian kedua
setelah setahun yang lalu. Oh ayolah bu anda tak membersihkan genting sudah
berapa lama? Satu tahun bu, dan tidak ingatkah anda kemarin-keamarin angin
bertiup sangat kencang, dan mereka menerbangkan sampah-sampa, dedauan, dan
mendekamlah digenting. saluran air tertutup oleh mereka dan tanah-tanah dan anda
menyalahkan kamar kami membuang sampah digenting?TIDAK!!! ada tempat sampah
disamping pintu kamar, dan kami selalu membuangnya disana.
Dirumah yang mewah terjadi kebanjiran, dan ternyata oh
ternyata di anak cabang pondok juga terjadi kebanjiran. Heran saya disebuah
bukit bisa banjir....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar