Kamis, 18 Oktober 2012

my second home


 
Sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal selama aku menuntut ilmu.
Banyak orang yang kagum akan rumah ini. Teman bilang: “ta kosmu kok mewah, tak seperti kosku yang mau roboh”, ibunya mb kos: “pantes kowe betah neng kene, apik kok”, temen: “ta kosmu kok resik!”dan masih banyak lagi.
Tapi tahu kah kalian?ada hal yang aneh bin ajaib yang sering terjadi.
Rumah bukan , kos juga bukan, kami menyebutnya ‘pondok’. Pondok yang berdiri di dataran tinggi, karena apa?untuk mencapainya kita harus menempuh jalan yang menanjak dan melelahkan, ok bagi mereka yang bawa motor, na saya jalan kaki lovers sungguh amat sangat sengsara. kalau anda lapar dan tak mau bergerak jangan harap anda kenyang, itulah slogan saya agar saya tak malas untuk cari makan.
Tahukah kalian apa yang terjadi didalam mewahnya gedung pondok ini?
Hujan lebat mengguyur kota kami tadi malam. Petir menyambar tak tentu arah. Kami para ‘santri’ berdiam diri dikamar mengerjakan tugas,mengaji, bermain laptop dan masih banyak lagi. Disebabkan saya di lantai dua saya  tidak tahu apa yang sedang terjadi dilantai satu, saya hanya mendengar ribut-ribut dan saya acuh karena mungkin mereka sedang bermain. Dan tiba-tiba saat sedang asyik-asyiknya nonton teman sekamar datang dan bilang “bawah banjir, awas laptop, kipas singkirkan ntar takut-takut pak tukang langsung naik”, saya yang glagepan langsung matiin laptop, nyingkirin kipas.
Keluar kamar dan tada melihat anak-anak bawah kerja bakti ngusir air. Mendengar oceahan ibu pondok yang menyalahkan anak atas, yang katanya membuang sampah di genting. Dan yang paling parah adalah ibu kos menuduh kamarku biang kerok dari kekacaun itu, karana apa? 
oke disampaing kamarku ada pipa saluran air dari genting kebawah. Dan ini adalah kejadian kedua setelah setahun yang lalu. Oh ayolah bu anda tak membersihkan genting sudah berapa lama? Satu tahun bu, dan tidak ingatkah anda kemarin-keamarin angin bertiup sangat kencang, dan mereka menerbangkan sampah-sampa, dedauan, dan mendekamlah digenting. saluran air tertutup oleh mereka dan tanah-tanah dan anda menyalahkan kamar kami membuang sampah digenting?TIDAK!!! ada tempat sampah disamping pintu kamar, dan kami selalu membuangnya disana.
Dirumah yang mewah terjadi kebanjiran, dan ternyata oh ternyata di anak cabang pondok juga terjadi kebanjiran. Heran saya disebuah bukit bisa banjir....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar